Kisah ini terjadi ketika saya masih kuliah di Universitas Riau (UNRI).
Saat itu saya mengambil jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Saya mempunyai seorang teman berasal dari Pariaman (sebut saja namanya Vanny).
Vanny adalah anak Sulung dari tiga bersaudara.
Ia berasal dari keluarga dimana ibu dan bapaknya telah bercerai.
Ia ikut ibunya.
Ibunya telah menikah lagi.
Namun keluarga ini masih sering mengalami pertengkaran.
Banyak penyebabnya, dan salah satunya adalah masalah ekonomi.
Banyak hal yang membuat saya sering menatap Vanny dalam-dalam.
karena padanya ada banyak pelajaran yang bisa saya ambil.
Suatu hari….
Pada saat musim libur semester panjang.
Vanny mengambil semester pendek, dengan harapan bisa cepat lulus.
Sedangkan teman sekosnya memutuskan untuk liburan ke kampung.
Alhasil Vanny hanya sendirian di kos tersebut.
Pada saat tanggal tua.
Vanny tidak punya sesuatu untuk dimasak.
Ia hanya punya beras.
Namun tidak punya uang untuk beli lauk pauk.
Namun tentunya ia harus tetap makan.
Akhirnya….
Ia masak nasi…ia iris bawang merah.
ia akhirnya makan dengan nasi dan tumisan bawang.
dan ia pun berucap “Alhamdulillah”.
Di hari lain.
Ia beroleh beasiswa sebesar Rp. 75.000/ bulan.
Beasiswa dibayarkan tiga bulan sekali.
Namun….
Di saat orang lain menerima beasiswanya, ternyata ia tidak menerimanya.
dibagian administrasi mengatakan beasiswa untuknya tidak ada.
mereka menyarankan untuk menceknya ke kantor Pos pusat.
Ia cek kesana.
Orang kantor Pos bilang “Sudah ada yang menerima di Fakultas. Ini ada bukti tanda tangannya”.
Vanny terhenyak.
Ia sedang butuh uang. Sangat butuh barangkali.
Karena kiriman orang tua sudah dua bulan tidak dikirim.
Namun komentarnya yang membuatku lebih terhenyak adalah “Barangkali ada orang yang lebih membutuhkan uang itu”.
Vanny….
orang yang selalu bersabar dengan kondisinya.
Namun tentunya Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-hamba-NYA.
Sekarang??
Vanny adalah seorang PNS dan menikah dengan pegawai Pertamina dan notabenenya adalah orang-orang yang berduit.
itulah kehidupan.
seperti roda yang berputar.
Kadang dibawah, kadang diatas.
Tapi….gimana kalo bannya berputar,
trus kebawah, pas nyampe dibawah eh…bannya kempes.
Trus kapan diatasnya?



agus Berkata:
on Oktober 30, 2009 at 11:38 pm
APA SICH NAMA BUAH MANIS YANG BIKIN NIKMAT ITU?