PERNAHKAH anda frustasi? Dahulu kupikir orang yang akan frustasi adalah orang-orang yang punya pacar. Entah kenapa. Mungkin dari berita. Bahwa selama ini orang-orang yang frustasi, biasanya adalah orang-orang yang ditinggal kekasih, diputus sama pacar, diceraikan pasangannya ataupun yang lainnya.
Maka kuyakinkan diri bahwa diri ini takkan pernah merasakan frustasi karena ku juga tak pernah punya “someone special”. Tapi ternyata………………
Menjelang deadline wisuda yang semakin menipis. Aku berusaha sekuat tenaga, manajemen waktu yang mulai kutata kembali hingga aku bisa mencapai tujuan “wisuda febrauari 2006″.
Kuliah sambil kerja, sambil lagi aktivitas di beberapa oragnisasi kampus. Maka do’a-do’a panjang yang kulantunkan awalnya adalah “Tuhan….Beri aku yang terbaik!”. lalu tiba-tiba aku tersadar, bagaiman jika menurut Tuhan yang terbaik buatku adalah “tidak wisuda februari ini?”.
Oh…Tidak!! Tidak kuat rasanya jika itu takdir yang Tuhan goreskan. Maka
kemudian do’anya kuralat menjadi “Tuhan…aku ingin wisuda februari ini”. Ya…itu saja! karena kuyakin bahwa takdir Tuhan berada diujung usaha manusia. Maka kubangun semua kekuatan untuk mewujudkan mimpi itu.
Aku optimis. aku bisa. Ternyata…hingga hari terakhir batas ujian kompre, aku masih belum bisa untuk ujian. alasan yang sangat menyakitkan bagiku “dosen penguji A mo ke Malaysia nemenin pak B untuk liburan karena beliau stress dengan rutinitas kampus, ketua jurusan C rencananya mo liburan ke Bukittinggi juga dalam rangka liburan dengan keluarganya.
Sakiiitt sekali. Jika hingga batas terakhir ujian kompre aku juga belum bisa ujian maka aku hanya bisa ujian di bulan Juli. Mundur 5 bulan dari rencana semula.
Terlalu lama bagiku. aku menangis. padahal do’a ku adalah “wisuda februari ini”. Padahal do’a itu kulantunkan dengan sepenuh harap bahwa Tuhan Maha kaya untuk bisa mengabulkan satu do’a itu. Menangis seminggu. Tidak keluar rumah, sebab mataku sudah cukup bengkak.
Tidak beranjak dari kamar. aku frustasi!!!! kenapa ini takdir-MU atasku? aku betul-betul frustasi berat. kucari jawaban atas takdir ini. Tak kutemukan. Hingga suatu hari. di Gramedia.
Beberapa alasan tak dikabulkannya do’a adalah; 1) Karena kasihnya Tuhan kepada manusia hingga IA masih senang mendengar rintihan hamba-NYA untuk meminta, 2) karena Tuhan tidak ingin menyegerakan terkabulnya do’a, 3) Karena Tuhan ingin menyimpan do’a-do’a itu untuk menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat, 4) karena saking banyaknya maksiat yang telah dilakukan hingga Tuhan tidak berkenan mengabulkannya.
Astaghfirullahal’adziim…….
Maafkan aku Tuhan. Sok merasa suci hingga merasa berhak bahwa KAU harus kabulkan segera do’a-do’aku. maafkan atas segala maksiat yang telahkuperbuat.(*)

Rita Berkata:
on Mei 25, 2008 at 3:28 pm
aku pikir, frustasi adalah kata-kata yang terlalu luas untuk diungkapkan dalam keterpurukan ketika kita dihadapkan dalam sebuah masalah. frustasi menurutku bukan ada pada orang-orang yang mengenal Tuhan. hanya saja, mereka sedikit terpukul dan hal ini tidaklah separah itu. semuanya masih bisa teratasi dan apa yang diharapkan itu toh masih bisa terwujud kan?