Arsip untukMei, 2008

Pesta Rakyat itu Bernama “Bagi-Bagi Uang”

Sawahlunto dalam masa kampanye!

12 – 14 Mei 2008 adalah waktu kampanye bagi masing-masing kandidat.

KampanyeHARI pertama, Senin 12 Mei 2008 pasangan Amran Nur – Erizal Ridwan (AMER) yang berlaga di lapangan sepakbola Kota Sawahlunto. Mereka berkoar-koar, berjanji-janji, merayu masyarakat untuk memilih mereka, merasa bahwa mereka adalah yang terbaik.

Ramai! Semua orang dikerahkan untuk kesana. Tak peduli panasnya sawahlunto bisa bikin kepala serasa mendidih. Tapi….seakan pendukungnya tak peduli akan panasnya hari itu. Mereka tetap bersorak-sorak meneriakkan “AMER….AMER…..AMER….AMER!”
… continue reading this entry.

Ampek Duo Se!

Pasar ibuh (9)Penempatanku di Sawahlunto. “Sawahlunto??” Hatiku bertanya. Seperti apa ya kotanya? Belum pernah kujejak sebelumnya. Ternyata kotanya asyik. Meski tidak terlalu besar dan ramai penduduknya. Tapi cukup membuatku nyaman. Pasar di Sawahlunto, Rabu dan Sabtu.

Ramai! Ya…iyalah, namanya juga pasar. Hari Rabu, aku ke pasar. Mo beli keperluan. keliling-keliling. beli sayur en sodara-sodaranya, sekalian beras. Soalnya dah habis. Berenti di penjual beras. Dah tuuuaaaa banget. Kasian!! “Bara bareh ko mak (berapa harga beras ini buk?)” “Ampek ribu (Empat ribu)”
… continue reading this entry.

Pelicin itu Telah Mendarah Daging

Suap“AMBO indak SETUJU”, sang Kepala Dusun berkomentar.

“Bia baa bana, jan bangun jalan di dusun ko” “Tanang pak!! Tanang!! Awak bisa bicarokan elok-elok”

Fasilitator, anggota BKM dan Kepala Desa menenangkan Lucu sekali! Kepala Dusun tidak setuju pembangunan jalan di dusunnya. Padahal warga setuju.

apa Pasal? dalihnya “Tanah nan ka tapakai ko tanah sanak ambo. Berang nyo beko”. Betulkah?? ketika di konfirmasi kepada sang pemilik tanah “ambo setuju se! Tapi ambo ndak tau lo apo lo hak nyo berang-berang?”

Sang kepala Dusun punya kekuatan dan kekuasaan. Ia mampu menghasut semua warganya. meski sebenarnya ia bukan asli warga disana.
… continue reading this entry.

Kasih Tuhan Kepada si Miskin

Gempa+padang-325 April 2008 lalu, Ada pembagian bantuan perlengkapan sekolah di Desa Talago Gunung, Kec. Barangin, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. jam 14.00 WIB di kantor Desa. Sekitar 22 anak beserta orang tuanya datang. miris sekali. melihat pakaian mereka.

Seolah-olah kehidupan mereka penuh dengan penderitaan tanpa adanya jeda hingga mereka bisa sedikit bernafas lega. Seorang Bapak, dengan anaknya, berumur 9 tahun. Bapak itu sudah tua sekali. Ternyata ada cerita mengharukan dalam hidupnya.

Suatu hari…… Anak tertuanya harus menikah. Tak punya rencana untuk membuat pesta syukuran. mungkin hanya akan di KUA saja, karena tak ada biaya. Hingga…….menjelang hari H. Tiba-tiba……… Ada banyak bahan makanan di depan pintu rumahnya.
… continue reading this entry.

Ia dan Kemiskinannya (ataukah kemiskinan kita?)

Ipt01SABTU 8 Maret menjadi hari yang menggugah nuraniku. Hari itu seperti hari-hari yang biasanya harus kujalani dalam pekerjaanku sebagai pendamping di Kelurahan Durian II, Kecamatan Barangin Kota Sawahlunto Propinsi Sumatera Barat.

Sebagai fasilitator yang mendampingi pemanfaatan dana BLM maka hari itu agenda yang kutulis adalah mendampingi masyarakat dalam melakukan pengukuran jalan di Kelurahan Durian II yang akan dibangun dengan memanfaatkan dana BLM Tahap I. … continue reading this entry.

Mengingkari Takdir….

RetakPERNAHKAH anda frustasi? Dahulu kupikir orang yang akan frustasi adalah orang-orang yang punya pacar. Entah kenapa. Mungkin dari berita. Bahwa selama ini orang-orang yang frustasi, biasanya adalah orang-orang yang ditinggal kekasih, diputus sama pacar, diceraikan pasangannya ataupun yang lainnya.

Maka kuyakinkan diri bahwa diri ini takkan pernah merasakan frustasi karena ku juga tak pernah punya “someone special”. Tapi ternyata………………

Menjelang deadline wisuda yang semakin menipis. Aku berusaha sekuat tenaga, manajemen waktu yang mulai kutata kembali hingga aku bisa mencapai tujuan “wisuda febrauari 2006″.
… continue reading this entry.

Kufurku atas Nikmat-MU

BersyukurBANYAK hal yang kurang saya syukuri didunia ini. mulai dari keluarga, pekerjaan, keuangan dan juga hal lainnya. namun pernahkah saya mensyukuri apa yang telah saya punya? bukan apa yang belom saya punya. seolah-olah Tuhan adalah “Tidak Maha Adil” atas semua hal takdir atas diri ini.

… continue reading this entry.